Menikmati Keindahan dari Candi Prambanan

Berkunjung ke Jawa Tengah ataupun Yogyakarta menjadi salah satu kegiatan yang pastinya seru. Dua daerah ini memiliki daya tarik pariwisata yang sangat beragam. Wisata sejarah, wisata alam, dan berbagai keseruan lainnya bisa anda temukan di dua provinsi di Pulau Jawa ini. Tentunya, ada banyak hal yang bisa dinikmati. Salah satunya adalah candi prambanan. Candi ini sangat cocok dijadikan tempat wisata. Sebagai salah satu candi terbesar di Indonesia, rasanya menjadi hal yang wajib untuk datang ke destinasi yang satu ini. Lebih lagi, lokasi candi ini sebenarnya ada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ketika anda ingin ke Yogyakarta dari arah Klaten, anda tentu akan melihat candi ini berdiri dengan sangat megah seolah mengundang anda untuk mengunjungi wisata yang menakjubkan ini.

Sejarah Candi Prambanan

Menikmati Keindahan dari Candi Prambanan

Dari segi lokasi, Candi ini memang berada di area perbatasan. Bahkan, bisa dibilang bahwa candi ini berada di dua provinsi karena letaknya yang sangat strategis. Tentu saja, ini bukanlah satu-satunya daya tarik yang. Dalam hal ini, sejarah terbentuknya candi ini menjadi kisah yang sangat menarik. Ada dua hal yang menjadi kisah dari terbentuknya candi ini. Yang pertama adalah tentang legenda antara Rara Jonggrang dan Bandung Bandawasa. Ini menjadi kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Berdasarkan kisahnya, Bandung Bandawasa ingin melamar Rara Jonggrang. Namun, Rara Jonggrang sebenarnya tidak ingin menerimanya. Karena itulah, dia membuat alasan agar bisa menolak dan alasan inilah yang menjadi kisah terbentuknya candi ini.

Roro Jonggrang membuat syarat bagi Bandung Bandawasa bila ingin melamarnya. Dia harus bisa membangun seribu candi dalam satu malam. Bandung Bandawasa tidak kehabisan akal karena kemudian dia meminta kekuatan jin untuk membantunya. Mengetahui bahwa pembangunan seribu canid hampir selesai, Roro Jonggrang juga tidak kehabisan akal. Dia pun mengakali seolah matahari sudah terbit. Dia membuat suasana seolah matahari sudah mulai muncul dari sisi timur agar usaha Bandung Bandawasa gagal. Pada akhirnya, usaha Rara Jonggrang ini berhasil dan Bandung Bandawasa pun dinyatakan gagal memenuhi persyaratan yang sudah dia buat. Ini menjadi kisah yang sangat pillu, dan ini juga menciptakan mitos bahwa pasangan yang datang ke candi ini kemungkinan besar tidak akan langgeng. Tentunya, ini menjadi daya tarik tersendiri.

Dari segi sejarahnya, sebenarnya candi prambanan ini sudah dibangun sejak tahun 850. Pembangunan ini diprakarsai oleh Rakai Pikatan. Beliau merupakan seorang raja dari kerajaan Mataram Kuno yang berasal dari Wangsa Sanjaya. Candi ini sendiri dibangun dan ditujukan sebagai penghormatan kepada Dewa Siwa. Karena itulah, kemudian candi ini tetap menjadi menjadi salah satu tempat ibadah utama bagi umat Hindu hingga saat ini, terutama sebagai tempat upacara hari raya besar. Namun, sama halnya dengan Candi Borobudur, candi ini sempat tidak terlupakan dan terkubur oleh abu vulkanik dari Gunung Merapi. Barulah setelah dilakukan penggalian dan pemugaran, Candi ini bisa berdiri kokoh seperti sekarang.

Candi ini memiliki tiga candi utama yang merupakan perlambang dari tiga dewa dalam agama Hindu, yaitu Siwa, Brahma, dan Wisnu. Selain itu, masih ada candi lainnya yang berada di area sekitar candi utama ini, atau yang biasa disebut sebagai Plataran Njaba. Sedangkan, letak tiga candi utama ini disebut sebagai Plataran Njero. Di masing-masing candi utama tersebut, terdapat arca yang menjadi perlambang dari tiga dewa utama. Secara khusus di Candi Siwa, terdapat arca Dewi Durga Mahisasuramardhani. Arca ini juga diidentikkan dengan karakter Rara Jonggrang yang ada di dalam legenda. Karena inilah, Candi Siwa ini juga disebut sebagai Candi Rara Jonggrang.

Keseruan dari Candi Prambanan

Ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan di Candi ini. Apalagi, area candi ini sebenarnya sangat luas, dengan area utama adalah di lokasi tempat dua Plataran tersebut ada. Dalam hal ini, keseruan pertama yang bisa dilakukan tentu saja adalah mengagumi arsitektur dari candi ini. Candi ini memiliki ukuran yang sangat besar dengan tinggi mencapai puluhan meter. Di masa lampau, orang sudah mampu membangun candi seperti ini tentu menjadi sesuatu yang sangat menarik. Ini memunculkan kekaguman tersendiri. Selain mengagumi candi ini, tentu ini juga menjadi kesempatan untuk lebih mengenal tentang budaya dan agama Hindu.

Selain itu, hal yang juga tidak boleh dilewatkan di destinasi mengagumkan ini adalah event Sendratari Ramayana. Ini adalah event yang diadakan secara berkala dan rutin di pelataran candi ini. Acara ini diadakan ketika malam hari, dan selalu penuh dengan pengunjung  yang ingin menonton pagelaran sendratari ini. Ini menjadi event yang sangat menarik karena menampilkan pertunjukan tarian dengan kisah tentang Ramayana. Acara ini selalu diadakan ketika bulan purnama, dan biasanya diadakan di hari Selasa, Kamis, serta Sabtu. Di sisi utara dari candi ini juga terdapat museum yang menyimpan berbagai arca dan relief dari candi prambanan, dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi yang ingin belajar sejarah tentang salah satu candi terbesar di Indonesia.