Mengunjungi Benteng Otanaha dan Melihat Kilas Sejarah Perjuangan Melawan Portugis

Indonesia menjadi negara yang sangat kaya dengan nilai historis. Nilai historisnya meliputi masa-masa kerajaan hingga masa-masa penjajahan dari beberapa negara, seperti Belanda dan Jepang. Sekarang ini, berbagai bangunan penting di masa sejarah ini menjadi monumen yang diabadikan dan tetap terawatt sebagai pengingat perjuangan masyarakat di masa lampau. Salah satu yang cukup banyak dijumpai di Indonesia adalah berbagai benteng yang dibangun di masa itu. Ada banyak benteng pertahanan yang dibangun dan sebagian besar masih ada sampai sekarang. Benteng-benteng ini sekarang menjadi destinasi wisata favorit, dan salah satunya adalah benteng otanaha yang berada di Gorontalo. Berbeda dengan kebanyakan benteng yang dibangun di masa penjajahan Belanda, benteng ini justru dibangun ketika Portugis datang dan mendarat di area Gorontalo.

Sejarah tentang Benteng Otanaha

Mengunjungi Benteng Otanaha dan Melihat Kilas Sejarah Perjuangan Melawan Portugis

Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya Benteng Otanaha ini merupakan salah satu benteng yang dibangun di masa lampau. Namun, benteng ini dibangun tidak oleh Belanda, namun oleh kerajaan di Gorontalo beserta dengan orang Portugis yang di masa itu datang dan berlabuh di pulau ini. Bangsa Portugis memang sebagian besar masuk ke wilayah Indonesia melalui area timur. Hal ini yang kemudian banyak meninggalkan sejarah antara bangsa Indonesia dengan Portugis. Bahkan, dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, wilayah Indonesia bagian timur memang lebih banyak menyimpan sejarah dengan negara Portugis ini.

Benteng ini dibangun di abad ke-15. Sebelum pembangunan benteng ini, kapal Portugis terdampar di area Gorontalo. Kata “terdampar” ini rasanya tepat untuk menggambarkan bahwa memang kapal tersebut mendarat tanpa adanya rencana khusus untuk datang ke Gorontalo ini. Kapal ini terdampar karena adanya cuaca buruk, tapi ada juga dugaan bahwa kapal ini bisa sampai ke wilayah ini karena menghindari kejaran dari bajak laut yang di masa itu masih cukup sering dijumpai. Setelah mendarat, kemudian kapten dari Kapal Portugis ini datang menemui Raja Iluta yang saat ini menjadi raja dari Kerajaan di Gorontalo. Tujuan utamanya adalah menjalin kerja sama. dari kesepakatan inilah, kemudian dibangun Benteng Otanaha ini. Benteng ini dibangun untuk mencegah sekiranya ada musuh yang bisa kapan saja datang menyerang. Namun, hubungan kerja sama ini tidak berjalan lancar dan kemudian tidak bisa berlangsung lama. Karena itu, akhirnya orang Portugis yang datang diusir dari bumi Gorontalo.

Setelah itu, benteng otanaha ini tidak lagi digunakan dan terbengkalai. Namun, setelah beberapa tahun, putera dari Raja Iluta yang bernama Naha menemukan benteng ini setelah melakukan perjalanan dan berkelana. Namun, di saat ini, yang tersisa hanyalah sisa dari benteng ini karena memang benteng ini ditinggalkan sejak Portugis diusir dari Gorontalo. Benteng inilah yang masih ada sampai sekarang. Benteng ini pun dinamai sesuai dengan nama putera Raja Iluta yang menemukannya. Nama Otanaha sebenarnya memiliki dua makna. Ota berarti benteng, sedangkan Naha adalah nama dari Putera Raja Iluta tersebut.

Walau bentuknya memang tidak dalam keadaan utuh layaknya benteng-benteng pada umumnya yang ditemukan di daerah lain, konstruksi utama dari benteng ini masih tetap terlihat. Dari arsitekturnya, benteng ini dibagi menjadi tiga bagian. Benteng utama dinamai Otanaha, lalu dua benteng lainnya bernama Otahiya dan Ulupalu. Untuk mencapai bangunan benteng ini, orang memang harus menaiki tangga sebanyak 351 anak tangga karena lokasinya yang ada di atas bukit. Walau demikian, ada tempat persinggahan di sepanjang jalan menuju benteng ini, sehingga ini bisa dijadikan tempat untuk beristirahat.

Kegiatan Seru di Benteng Otanaha

Ada banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan di benteng ini. Tentu saja, yang pertama adalah untuk mengagumi karya dari konstruksi bangunan benteng ini.  Walau memang benteng tidak bisa dikatakan dalam keadaan utuh sempurna, benteng ini tetap menyimpan nilai historis yang sangat tinggi. Di benteng ini, masyarakat Gorontalo berjuang melawan orang Portugis yang akhirnya bisa berhasil diusir dan meninggalkan wilayah ini. Selain itu, konstruksi bangunan benteng ini juga menarik, apalagi di masa itu semen bukanlah bahan utama yang digunakan sebagai perekat batu penyusun benteng ini. Di masa itu, berdasarkan berbagai sumber, perekat yang digunakan diambil dari telur burung maleo. Burung ini adalah hewan khas dari daerah ini, namun sekarang maleo sudah dinyatakan punah.

Kemudian, yang juga tak kalah seru adalah mengeksplorasi benteng ini. Benteng ini dibagi menjadi tiga bagian utama, sehingga ada banyak sudut dan area yang patut dijelajahi. Namun, sebaiknya tidak datang ke area benteng ini di siang hari karena panas terik akan sangat menyengat. Tempat ini akan sangat cocok dikunjungi ketika pagi dan sore hari. Tentunya, ini menjadi kesempatan bagi para pengunjung untuk belajar nilai historis yang terkandung dan terekam oleh benteng ini selama ratusan tahun. Dari abad ke-15, benteng ini tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Ini adalah suatu daya tarik tersendiri yang patut dikagumi. Lokasi dari benteng ini juga menjadikan benteng otanaha sebagai spot foto favorit. Lokasinya ada di atas bukit, dan ini adalah spot tepat untuk mengambil gambar.