Mengenang Kejayaan Kerajaan Majapahit dari Candi Wringin Lawang

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sejarah yang sangat panjang. Sebelum negara ini berdiri dan sepenuhnya merdeka dari penjajahan beberapa negara, negara ini berawal dari beberapa kerajaan yang tersebut di seluruh wilayah Nusantara. Mulai dari barat hingga timur, ada banyak kerajaan yang berdiri dan meninggalkan berbagai peninggalan. Beberapa peninggalan ini bertahan hingga saat ini dan masih sangat terjaga karena telah dipugar dan dijadikan objek wisata historis. Terkait dengan dengan berbagai kerajaan, masih banyak juga peninggalan yang sedang dalam proses pengerukan kembali karena jejak sejarahnya tertimbun oleh tanah karena aktivitas geografis yang terjadi selama ratusan tahun. Salah satu yang menjadi peninggalan kerajaan adalah candi wringin lawang. Dari namanya, barangkali orang tidak terlalu mengenalnya. Ini berbeda dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang memang sudah terkenal hingga ke berbagai negara. Namun, ini tidak mengurangi nilai historis yang terkandung dari bangunan sejarah ini.

Sejarah dan Informasi tentang Candi Wringin Lawang

Mengenang Kejayaan Kerajaan Majapahit dari Candi Wringin Lawang

Candi Wringin Lawang memang tidak terlalu dikenal masyarakat. Padahal, ini merupakan salah satu peninggalan dari kerajaan yang sangat besar dan terkenal dalam sejarah Indonesia. Bahkan, bisa dibilang ini adalah salah satu kerajaan utama yang kemudian meninggalkan falsafah dan digunakan oleh para tokoh di masa lampau dalam pembangunan dan pembentukan negara ini. Kerajaan itu adalah Kerajaan Majapahit. Dari namanya saja, ini sudah pasti sangat dikenal. Kerajaan ini memiliki wilayah utama di sekitar daerah Jawa Timur, khususnya di area Trowulan, Mojokerto. Di wilayah ini pula Candi Wringin Lawang ini berdiri dan bertahan sampai sekarang.

Dari segi bangunannya, candi yang satu ini terlihat sangat sederhana dibandingkan candi lain yang memang sudah dikenal. Candi ini dikenal sebagai model candi bentar. Ini merupakan istilah yang diberikan untuk suatu candi yang sebenarnya berfungsi sebagai gerbang atau pintu tanpa adanya atap. Fungsinya memang bukan sebagai tempat berdoa, beribadah, atau pemujaan seperti halnya dengan candi-candi pada umumnya. Candi ini merupakan salah satu akses atau pintu masuk ke wilayah utama dari Kerajaan Majapahit.

Dari segi konstruksinya, candi ini justru terlihat sangat unik. Candi biasanya dibangun dengan menggunakan batuan yang terlihat sangat keras dan kokoh. Namun, karakteristik dari candi ini sangatlah berbeda. Candi Wringin Lawang dibangun dengan bahan dasar berupa batu bata merah. Sebenarnya, ini bukanlah hal yang sepenuhnya asing, apalagi bila melihat konstruksi dari sebagian besar peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Bangunan ini sendiri diperkirakan dibangun pada kisaran abad ke-14. Bentuk candi berupa gerbang ini sebenarnya sekarang masih banyak dijumpai, khususnya bila melihat bentuk gerbang yang ada di pura atau tempat ibadah masyarakat Bali.

Terkait dengan fungsinya, sebagaimana yang disebutkan, ini merupakan gerbang. Namun, ada beberapa teori yang menyebutkan tentang fungsi dari pintu gerbang ini.  Salah satunya adalah peran dari pintu ini yang digunakan untuk menyambut tamu istimewa untuk Kerajaan Majapahit di masa lampau. Tamu-tamu ini kemudian diarahkan ke bangunan utama kerajaan. Selain itu, berdasarkan catatan sejarah, ini juga diprediksi sebagai pintu gerbang menuju salah satu bangunan penting di kerajaan. Dari beberapa penelitian, diperkirakan ini adalah gerbang yang mengarah ke bangunan milik Mahapatih Gajah Mada. Beliau adalah patih yang sangat terkenal dengan Sumpah Palapa.

Keindahan dari Candi Wringin Lawang

Walau candi ini terlihat sederhana layaknya pintu gerbang, candi ini menyimpan nilai dan keindahan yang patut dikagumi. Dari namanya, “wringin lawang” terdiri dari dua kata. Kata “wringin” merujuk pada pohon beringin. Lalu, kata “lawang” berarti pintu. Dari dua kata ini, sebenarnya sudah cukup jelas tentang fungsi dan desain dari bangunan ini. Ini merupakan pintu gerbang yang di sekitarnya terdapat pohon beringin. Namun, sekarang sudah tidak ditemukan lagi pohon beringin sebagaimana yang digambarkan dari nama candi ini.

Dari segi detailnya, hal yang sangat tampak khas dari candi ini adalah konstruksi batu bata merahnya. Bantu bata ini disusun dengan sangat teliti untuk membentuk suatu konstruksi yang kokoh namun tetap terlihat sederhana. Sistem pembangunan dan penyusunan ini pun menunjukkan kecerdasan tersendiri dari arsitek yang membangun gerbang ini. Lebih lagi, ini merupakan salah satu gerbang penting. Karena itu, tidak heran bila konstruksinya khusus. Ditambah lagi, di masa itu belum terdapat semen yang digunakan untuk konstruksi. Dengan demikian, melihat susunan batu bata merah yang bisa bertahan hingga ratusan tahun tentu menjadi daya tarik sendiri. Selain itu, candi ini terbilang unik karena memang tidak terdapat pahatan relief yang secara khusus menunjukkan suatu cerita tertentu.

Konstruksi candi ini sebenarnya tidak hanya terbatas pada bangunan gerbang ini saja. Begitu melewati gerbang ini, di belakangnya terdapat taman yang cukup luas. Taman ini menghadirkan area yang cukup nyaman dengan beberapa tanaman dan serta kolam yang terdapat di salah satu bagiannya. Tanaman yang ada di sekitar candi wringin lawang pun sebisa mungkin dibuat agar menampakkan suasana yang ada di masa lampau, khususnya dengan adanya tanaman buah maja yang kemudian nama ini pula yang digunakan untuk menyebut kerajaan ini.