Kota Tua Jakarta, Sensasi Wisata Sejarah di Tengah Keramaian

Seperti namanya, Wisata Kota Tua Jakarta memang berada di tengah keramaian jakarta dan menawarkan suasana Jakarta masa dulu yang pastinya menarik untuk dinikmati oleh para penikmat wisata sejarah. Lokasinya yang berada di ibukota membuat Kota Tua menjadi kawasan yang seakan tak pernah sepi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta, Sensasi Wisata Sejarah di Tengah Keramaian

Awalnya, pemerintah kolonial Belanda berencana menjadikan Kota Tua sebagai pusat perdagangan kawasan Asia. Jakarta yang pada masa itu bernama Batavia sendiri memang menjadi sebuah pusat perdagangan dari dan ke luar negeri karena menjadi jalur pelayaran dari keberadaan Pelabuhan Sunda Kelapa. Batavia kental akan rancangan arsitektur gaya Belanda Eropa dengan sistem blok yang kemudian dipisah oleh kanal yang dibangun sejak 1650 hingga menjadi kantor pusat VOC Hindia Timur.

Di masa pendudukan Jepang, tahun 1942 pada masa Perang Dunia II, Batavia kemudian diganti namanya menjadi Jakarta hingga akhirnya menjadi ibu kota Indonesia hingga saat ini. Pada tahun 1972, Gubernur Ali Sadikin memutuskan Kota Tua menjadi situs warisan yang bertujuan untuk melindungi sejarah arsitektur pada wilayah Kota Tua. Dan hingga saat ini, kawasan ini pun bisa dinikmati sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik di ibukota.

Apa Saja yang Menarik di Kota Tua Jakarta?

Kota Tua Jakarta

Meskipun berstatus sebagai situs wisata sejarah, ternyata ada berbagai hal menarik lainnya yang juga bisa dinikmati oleh para pengunjung di tempat ini. Berbagai hal menarik yang bisa dinikmati dari wisata Kota Tua Jakarta diantaranya:  

Museum Fatahillah

Harus diakui bahwa Museum Fatahillah merupakan bagian yang seakan tak terpisahkan dari keberadaan Kota Tua Jakarta. Gedung museum ini dulunya merupakan balai kota dan pengadilan yang beroperasi pada masa VOC. Tak hanya itu, balai kota ini juga memiliki fasilitas penjara bawah tanah pada masa itu. Terdapat sekitar 23.500 koleksi barang bersejarah seperti peninggalan kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran, barang arkeologi, furnitur antik, keramik, gerabah, prasasti dan lein sebagainya.

Museum Bank Indonesia

Wisata sejarah juga bisa dilakukan di museum bank Indonesia yang pada masa Belanda bernama De Javashe Bank (DJB). Walau demikian, awalnya bangunan ini merupakan sebuah rumah sakit yang bernama Binnen Hospital. Di sini, pengunjung disambut dengan kaca patri indah dan ratusan kaca patri lainnya yang dibuat di Atelier Jan Schouten, Delft, Belanda (1922 – 1935). Ada pula ruangan teater berkapasitas 40 orang yang memutar film tentang sejarah perbankan Indonesia.

Stasiun Kereta Api Kota

Pengunjung Kota Tua Jakarta tak hanya bisa mengandalkan stasiun tujuan KRL ini sebagai transport saja karena ia juga menawarkan sensasi wisata sejarah sendiri. Stasiun ini masih mempertahankan desain arsitektur aslinya sebagai bagian dari Kota Tua Jakarta. Stasiun ini dibangun pada 1929 dan masih mempertahankan sebagian besar bentuk aslinya hingga kini. Tak heran jika kemudian ia menjadi cagar budaya.

Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan ini dahulu menjadi tempat singgahnya kapal-kapal dari berbagai belahan dunia dan sudah melayani kegiatan perdagangan sejak abad  ke-5 hingga saat ini. Di situs ini, pengunjung dapat menyaksikan Kapal Phinisi, kapal perdagangan di Indonesia.  

Museum Wayang

Gedung yang dulunya bernama Hollandsche ini menyimpan berbagai jenis dan bentuk wayang asli Indonesia serta wayang dari negara lain seperti Thailand, Kamboja, Tiongkok dan Suriname. Tentu saja pengunjung juga bsia menikmati pagelaran wayang yang rutin diadakan setiap bulan yang biasanya ada di minggu ke-2 dan ke-3.

Museum Bahari

Situs yang terbagi dalam beberapa bangunan ini dulunya digunakan sebagai gudang oleh pemerintah Belanda. Tembok sekeliling bangunan ini masih kokoh berdiri dengan pos pengintai dan lorong patroli yang berada di bagian atas pagar. Pengunjung bisa menyimak sejarah kemaritiman dan melihat berbagai armada laut Indonesia klasik.  

Museum Seni Rupa dan Keramik

Gedung yang dibangun Jhe. W.H.F.H. van Raders tahun 1870 ini sempat mengalami berkali-kali alih fungsi, mulai sebagai kantor pengadilan, sarana militer, gudang logistik TNI, kantor walikota dan kantor Dinas Museum dan Sejarah. Pada 1990, gedung ini diresmikan ebagai Museum Seni Rupa dan Keramik oleh Pemprov DKI Jakarta dengan isi antara lain 350 lukisan dan 1.350 keramik dari Eropa, Asia dan Indonesia. Di sini juga tersimpan keramik dari abad ke-14 peninggalan Majapahit.

Jembatan Kota Intan

Bangunan ini bisa dikatakan sebagai jembatan modern tertua di Indonesia yang dibangun tahun 1628 oleh VOC. Awalnya jembatan ini dinamai sebagai Jembatan Inggris (Engelse Burg) karena menghubungkan dengan kubu pasukan Inggris pada ujung timur dari jembatan ini. Jembatan ini pernah rusak parah oleh serangan selama perang kemerdekaan hingga akhirnya dibangun kembali oleh Belanda dan dinamai sebagai Jembatan Pasar Ayam (Hoenderpasarburg).    

Itulah sekilas sejarah tentag Kota Tua Jakarta dan berbagai hal menarik yang juga bisa diakses di kawasan tersebut. Menikmati wisata sejarah di keramaian ibukota menjadi sebuah sensasi unik tersendiri yang menarik untuk dinikmati. Banyak juga informasi lainnya yang bisa anda dapatkan di situs saranapoker, dengan tema yang dapat memberikan suatu nuansa hal unik bagi setiap para pembacanya