Belajar tentang Sejarah Kereta Api dan Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Sebagai ibukota provinsi, sudah pasti ini merupakan suatu kota besar dengan berbagai wilayah perkantoran dan gedung megah lainnya. Selain itu, Semarang merupakan suatu kota yang sebenarnya juga sangat kaya akan nilai historis tentang masa perjuangan Indonesia. Di kota ini, berbagai peristiwa penting terjadi. Di masa penjajahan, ini juga merupakan kota yang digunakan penjajah sebagai salah satu kota penting dalam pemerintahan dan hal lainnya. Karena itu, ketika berbicara tentang pariwisata yang dihadirkan oleh Kota Semarang, nampaknya aspek sejarah adalah salah satu hal yang tidak bisa dilewatkan. Berbagai bangunan yang sarat akan nilai historis bisa dijumpai, dan salah satunya adalah lawang sewu. Bangunan yang satu ini memegang peranan penting dalam sejarah, dan bahkan ini juga menjadi salah satu ikon kota ini. Karena itu, tentu menjadi hal menarik untuk membahas tentang bangunan bersejarah ini.

Sejarah Tentang Lawang Sewu

Belajar tentang Sejarah Kereta Api dan Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Lawang Sewu memang memang menjadi salah satu bangunan ikonik dari Kota Semarang. Lokasi bangunan ini berada di pusat kota, sehingga memasuki pusat kota ini pun rasanya akan disambut oleh bangunan ini. Ukurannya yang sangat besar dan desain yang sangat khas juga akan membuat orang mudah mengenalinya. Bahkan, orang yang sebelumnya tidak pernah tahu tentang Lawang Sewu pun akan langsung bertanya-tanya ketika mereka tidak sengaja lewat di depannya karena bangunan ini memiliki daya tariknya sendiri.

Lawang Sewu sempat menjadi bangunan yang sangat erat dengan kesan mistisnya. Bahkan, sebagian orang merasa enggan berkunjung di bangunan ini di masa lampau karena berbagai cerita mistis yang beredar. Orang-orang pun banyak yang mengatakan bahwa hawa di sekitar dan bahkan di dalam ruangannya pun sangatlah kurang nyaman. Namun, sekarang image ini sudah sepenuhnya berubah. Lawang Sewu telah dibenahi, sehingga kesan mistis dan seram itupun sudah sepenuhnya hilang. Bahkan, berkunjung di malam hari pun tidak terlalu mengerikan karena sudah ada penerangan yang sangat bagus sehingga bangunan ini benar-benar terlihat jauh lebih mengagumkan dan tidak ada lagi kesan seram yang tersisa.

Terkait dengan sejarahnya, bangunan Lawang Sewu memang menyimpan sejarah yang sangat penting di masa perjuangan Indonesia melawan penjajahan. Ini tidak hanya terjadi di masa penjajahan Belanda, tapi juga berlanjut hingga penjajahan oleh Jepang. Bangunan ini, karena ukuran yang sangat besar dan lokasinya yang ada di pusat kota, memegang peranan penting dalam aspek pemerintahan dan fungsi lainnya. Dari segi pembangunnya, bangunan ini mulai dibangun pada tahun 1904. Masa pembangunan gedung raksasa ini memakan waktu selama tiga tahun. Tepatnya pada tahun 1907, proses pembangunan sudah selesai dan bangunan mulai digunakan. Di masa itu, Belanda menggunakan bangunan ini sebagai kantor dari NIS. Ini merupakan perusahaan kereta api swasta dari Belanda di masa itu. Karena pembangunan dilakukan oleh Belanda dan ditujukan untuk perkantoran orang Belanda, desain yang dibawa pun sangat kental dengan desain khas Eropa. Bahkan, bahan bangunan yang digunakan juga didatangkan dari Negara Kincir Angin ini.

Namun, penggunaan gedung ini beralih fungsi seiring dengan mundurnya Belanda dari Indonesia. Pada masa itu, Jepang mengambil alih penjajahan yang ada di Indonesia, dan gedung lawang sewu ini pun digunakan oleh tentara Jepang. Masa penggunaannya ini ada kisaran tahun 1940-an. Gedung ini tidak lagi berfungsi sebagai bangunan perusahaan kereta api, tapi digunakan sebagai tempat beristirahat para tentara Jepang. Bahkan, di bagian ruangan bawah tanah dialihfungsikan sebagai ruangan khusus untuk penyiksaan dan penjara. Hal inilah yang kemudia memunculkan kesan seram dari bangunan ini. Namun, penjajahan Jepang tidak berlangsung lama dan kemudian bangunan ini mulai digunakan oleh Indonesia setelah Bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan.

Pada tahun 1945, di tahun yang sama Indonesia merdeka, bangunan ini beralih fungsi menjadi bangunan pemerintahan. Ukurannya yang cukup besar memungkinkan fungsi ini bisa berjalan dengan lancar. Lawang Sewu juga pernah kembali digunakan untuk urusan perkerataapian yang mana di masa itu digunakan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah, yang sekarang dikenal sebagai PT KAI.

Kegiatan Seru di Lawang Sewu

10 Fakta tentang Lawang Sewu, bangunan paling angker kedua se-Asia

Ketika berbicara tentang Lawang Sewu, ada banyak hal seru yang bisa dilakukan. Lebih lagi, sekarang gedung telah dipugar dan berbagai fasilitas sudah disediakan sehingga kesan seram pun sudah tak lagi dirasakan. Bangunan ini sekarang berfungsi sebagai museum. Ini menjadi bangunan yang sangat tepat bagi para pelajar dan orang lain yang ingin belajar dan menelusuri sejarah Indonesia di masa Penjajahan. Apalagi, bangunan ini digunakan di masa penjajahan Belanda dan Jepang, sehingga ada kisah sejarah yang cukup kaya.

Lalu, ini juga bisa menjadi kesempatan bagi orang-orang yang ingin belajar tentang sejarah kereta api di Indonesia. Secara khusus, ada banyak diorama, miniatur, dan gambar-gambar yang menunjukkan beragam bentuk kereta dari masa lampau, yang kebanyakan merupakan kereta uap. Selain itu, di bagianĀ  luar gedung juga ada lokomotif yang digunakan di masa lampau dan masih dalam keadaan terawat. Tentunya, berfoto ria juga sangat bisa digunakan. Lebih lagi, bangunan lawang sewu memiliki arsitektur yang unik.